Wajib Minta Izin Saat Memotret inilah Kiat Traveling Photography - LENSAHAPE

Senin, 26 Desember 2016

Wajib Minta Izin Saat Memotret inilah Kiat Traveling Photography

Wajib Minta Izin Saat Memotret inilah Kiat Traveling Photography - Arsitektur dan keindahan alam tidak selalu menjadi objek foto yang menarik bagi traveler khususnya traveling photography. Wajah wajah orang setempat bahkan budaya dan kultur setempat juga menjadi objek yang menarik. Namun demikian, ada beberapa pakem yang harus diperhatikan saat ingin mengabadikan wajah dan kegiatan mereka.

Wajib Minta Izin Saat Memotret inilah Kiat Traveling Photography

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah meminta ijin kepada orang yang akan difoto. Meminta ijin dari mereka bukan sekedar bentuk penghormatan, jika sudah mendapatkan ijin tentu saja akan mendapatkan unsur dramatis yang dapat meningkatkan kualitas dan keindahan foto.

Kekuatan sebuah foto portrait adalah ketika objek foto merasa nyaman. Rasa nyaman dapat terlihat dari tatapan mata yang berbicara serta ekspresi dan aktivitas yang lepas tanpa adanya manipulasi gerakan. Oleh karena itu, jika mendapatkan ijin, maka tidak perlu sembunyi sembunyi saat memotret dan bisa menggunakan lensa pendek yang mampu menghasilkan cropping dan komposisi bagus untuk menghasilkan foto berniai artistik bagus.

Bagaimana cara meminta ijin yang baik? Caranya cukup sederhana, dekati orang yang ingin difoto, berikan senyuman dan meminta ijin secara sopan. Jika mereka berbicara dengan bahasa yang berbeda, tentu saja dengan cara menunjukkan kamera dan gestur meminta ijin memotret, selain itu kontak mata juga krusial untuk meminta ijin, lakukan kontak mata kepada calon objek dan tersenyum lah kearah mereka. Jika mereka balik tersenyum, itu bisa jadi indikator mereka menyambut anda secara ramah.

Untuk memotret portrait ada kalanya tidak membutuhkan, biadanya hal ini terjadi ketika ingin memotret festival dan parade. Foto foto candid juga bisa memberikan unsur kemanusian yang menarik pada foto foto traveling. Namun demikian, selalu upayakan untuk meminta ijin. Anda tidak pernah tahu apakah festival atau parade itu boleh diabadikan atau tidak.

Setelah mendapatkan ijin, pastikan pengaturan kamera telah siap. Anda tidak memiliki waktu cukup untuk mengatur kamera saat memotret orang. Haruslah gesit dan tangkas untuk mendapatkan ekspresi wajah yang menarik. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Ada sejumlah tempat dimana orang orangnya risi untuk difoto, dengan atau tanpa ijin. Orang orang di Eropa biasanya seperti itu. Di asia berbeda, mereka biasanya lebih permisif dan senang melihat hasil foto anda di kamera, oleh karena itu, sebelum memotret, haruslah belajar soal karakter masyarakat setempat yang anda kunjungi. Anda juga harus menghormati kebudayaan setempat.

Untuk urusan teknis, andalkan lensa primer, lensa yang memiliki focal length tetap. Lensa 50mm bagus untuk membuat foto foto portrait karena memiliki diafragma besar, antara f/1.4 sampai f/2.8. lensa seperti ini akan menghasilkan foto yang memiliki kedalaman alias depth of field yang bagus. Lensa lensa zoom juga bisa digunakan untuk foto foto portrait. Kelemahannya, lensa lensa seperti ini memiliki diafragma yang lebih kecil, rata rata f/4.0. ada juga lensa zoom yang berdiafragma besar, namun harganya relatif mahal.

Setelah memotret sebaiknya tunjukkan hasil foto kepada orang yang menjadi objek foto tadi, cara ini juga ampuh untuk meredakan kekakuan objek anda, dari yang tadinya kaku difoto, mereka bakal lebih rileks setelah melihat fotonya dikamera anda bagus.

Tidak ada komentar:

@templatesyard